Pesantren Raudhotul Ulum (RU) menggelar kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Rabu pagi, 21 Januari 2026, bertempat di kampus RU. Kegiatan ini diikuti oleh para santri serta siswa-siswi Raudhotul Ulum dengan penuh antusias dan suasana yang khidmat.
Pesantren yang didirikan oleh Kyai Haji Abdul Halim ini terus berkomitmen menjadikan momen-momen keagamaan sebagai sarana pendidikan ruhani, penguatan akhlak, serta penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah kepada generasi muda.
Rangkaian Acara: Ceramah, Hadroh, dan Maulid Nabi
Kegiatan PHBI Isra Mi’raj diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari ceramah keagamaan, lantunan hadroh, hingga pembacaan maulid Nabi yang menambah kekhusyukan suasana. Menariknya, terdapat momen spontan ketika beberapa peserta diberi kesempatan untuk tampil meskipun dalam waktu singkat, yang justru menambah semarak acara serta melatih keberanian para santri.
Acara ini tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan pesantren, tetapi juga bagian dari upaya edukasi spiritual agar para santri memahami makna besar peristiwa Isra Mi’raj dalam sejarah Islam.
Peristiwa Luar Biasa dalam Isra Mi’raj
Dalam penyampaian hikmah, para santri diajak merenungi bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang tidak bisa diukur dengan logika semata, melainkan harus diterima dengan iman dan keyakinan.
Beberapa gambaran yang disampaikan antara lain tentang:
Pertama, diperlihatkannya suatu kaum yang menanam lalu keesokan harinya sudah dapat memanennya kembali. Ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Malaikat Jibril tentang makna peristiwa tersebut, dijelaskan bahwa itu adalah simbol pahala orang-orang yang menunaikan salat lima waktu dan berjihad di jalan Allah.
Kedua, diperlihatkannya suatu kaum yang dipukul hingga hancur, kemudian dipulihkan kembali, dan demikian seterusnya. Nabi kembali bertanya kepada Malaikat Jibril, dan dijelaskan bahwa itu merupakan gambaran bagi orang-orang yang dengan sengaja meninggalkan salat.
Pesan-pesan ini menjadi pengingat kuat bagi para santri tentang pentingnya menjaga ibadah, khususnya salat lima waktu, sebagai fondasi utama kehidupan seorang Muslim.
Ajakan Mondok dan Menghafal Al-Qur’an
Melalui peringatan ini, Pesantren Raudhotul Ulum juga menyampaikan ajakan kepada para santri untuk semakin serius dalam menuntut ilmu agama.
Santri didorong untuk bersungguh-sungguh mondok, memperbanyak menghafal Al-Qur’an, serta mendalami kitab-kitab salaf, agar tidak mudah terseret oleh paham-paham baru yang bertentangan dengan ajaran Islam, khususnya dalam koridor Ahlussunnah wal Jamaah.
Nilai utama yang ingin ditanamkan adalah agar para santri tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki pendirian kuat dalam beragama.
Harapan untuk Generasi Qur’ani
Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Pesantren Raudhotul Ulum menaruh harapan besar agar para santri:
-
Menjadi anak-anak yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
-
Tumbuh sebagai pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
-
Memiliki kecintaan mendalam kepada Al-Qur’an hingga mampu menghafalnya.
Penutup
Kegiatan PHBI Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di kampus Pesantren Raudhotul Ulum pada 21 Januari 2026 menjadi momentum penting untuk memperbarui keimanan, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat para santri dalam menempuh jalan ilmu dan Al-Qur’an.
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi pijakan bagi lahirnya generasi Qur’ani yang istiqamah, berilmu, dan berakhlakul karimah.
